Tingkatkan ASI Eksklusif, GAIN, CPHI, dan Dinkes Surabaya Terapkan LMKM

155

Setelah melakukan intervensi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) Emo Demo untuk ibu hamil dan ibu balita di Posyandu, kali ini The Global Alliance For Improved Nutrition (GAIN) menggandeng Center for Public Health Innovation (CPHI) dari Udayana Bali berupaya meningkatkan ASI Eksklusif di Kota Surabaya.

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, GAIN dan CPHI meningkatkan layanan ASI Eksklusif melalui penerapan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM). Mengawali upaya tersebut, dilaksanakanlah persiapan penerapan langkah 1 dan langkah 2 pada 10 LMKM dengan pertemuan melalui daring via Zoom bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, 21 Puskesmas terpilih, 1 Rumah Sakit di Surabaya, TP-PKK Surabaya, DP5A, dan IBI, Kamis (9/7/2020).

“ASI Eksklusif merupakan target yang perlu kita upayakan bersama. Kita menghadapi tantangan dan bujuk rayu dari para penjual susu formula. Padahal yang terbaik kualitasnya tetap ASI. Ibu yang memberi ASI emosionalnya lancar, kebutuhan anak pun terpenuhi. Oleh karena itu perlu adanya pembinaan Kelompok-Kelompok Pendukung ASI (KPASI),” kata drg Vitria Dewi M Si, Kabid Kesga Dinas Kesehatan Provinsi Jatim.

Baca Juga  Harus Sesuai dengan Kebutuhan Masyarakat

Pertemuan daring yang digelar untuk persiapan LMKM di Kota Surabaya. (Foto-foto: GAIN)

10 LMKM di Kota Surabaya akan berfokus pada langkah 1 dan 2, yaitu menetapkan kebijakan peningkatan pemberian ASI yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas dan melakukan pelatihan bagi petugas untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Langkah ini diambil karena hasil survei awal tim CPHI di lima wilayah kota/kabupaten intervensi GAIN, intervensi pada 2 langkah ini masih dibawah 80 persen dan jika diterapkan akan memiliki efek pada langkah yang lain.

Kegiatan 10 LMKM sebenarnya bukan hal yang baru untuk kebijakan meningkatkan cakupan ASI Esklusif sebagaimana paparan dari CPHI.

“Kebijakan 10 LMKM sesuai dengan satu Permen Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No 03 tahun 2010 tentang Penerapan 10 LMKM, kedua Peraturan Pemerintah No 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif pasal 33 mencantumkan pelaksanaan 10 LMKM sebagai upaya mendukung keberhasilan program ASI eksklusif di setiap Faskes, Perda Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2017 tentang Upaya Kesehatan (bagian kedua : Kesehatan Ibu, Bayi dan anak dan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak itulah kenapa kegiatan ini dilakukan oleh GAIN bersama kami saat ini,” papar Dinar Lubis, koordinator program 10 LMKM CPHI.

Baca Juga  Dinkes Surabaya, GAIN, dan CPHI Latih Tata Laksana dan Konseling Dasar Menyusui

Momentum ini menjadi satu awal kegiatan yang akan dilanjutkan dengan pelatihan kebijakan, workshop kebijakan, pelatihan kepada tenaga kesehatan, dan pelatihan dasar promosi menyusui kepada tenaga non nakes di 22 puskesmas dan 10 rumah sakit di Kota Surabaya.

Antara lain RSUD dr Moehammad Soewandhi, RSUD Bhakti Dharma Husada, RSAL Dr Ramelan, RSU Haji Surabaya, RS Universitas Airlangga, RSIA Putri, RSIA Kendangsari, RSIA IBI, RSIA Ferina, RSIA Nur Ummi Numbi.

Sedangkan 22 Puskesmas tersebut antara lain Puskesmas  Balongsari, Banyuurip, Dukuh Kupang, Dupak, Gununganyar, Jagir, Kebonsari, Kedurus, Keputih,Krembangan Selatan, Manukan Kulon, Medokan Ayu dan Mulyorejo.

Di akhir sesi Dr Kartika Sri Rejeki M Kes, Kasi KGM Dinkes Surabaya menyatakan terimakasih dan dukungannya.

“Kami berterimakasih kepada GAIN dan CPHI untuk bisa menyelesaikan persoalan 10 LMKM. Mohon dukungan dari semua teman teman puskesmas maupun rumah sakit,” tuturnya. (wwk)

Baca Juga  Simulasi Dampak Kekeringan Sambut Tim Penilaian Destana di Bondowoso