Tingkatkan Kompetensi Kader, PKK Surabaya Gelar Pelatihan

138
TP PKK Kota Surabaya mengadakan pelatihan untuk anggota TP PKK kecamatan dan kelurahan di Panti Keterampilan PKK Surabaya, Selasa (12/3).

Sebagai penyegaran dan upaya meningkatkan kompetensi kader dalam merealisasikan program dan pelaporan program kegiatan, TP PKK Kota Surabaya menggelar pelatihan untuk 186 orang kader PKK. Mereka terdiri dari 31 sekretaris TP PKK kecamatan, sekretaris TP PKK kelurahan, serta ketua Pokja I, II, III, dan IV dari semua kecamatan di Surabaya.

Agar pelaksanaannya efektif, pelatihan digelar dalam dua hari. Hari pertama digelar pada Selasa (12/3) di panti keterampilan TP PKK Kota Surabaya dengan diikuti sekretaris dan Pokja I. Sementara keesokan harinya giliran Pokja II, III, dan IV yang mengikuti pelatihan.

Sekretaris TP PKK Kota Surabaya Fatimatuz Zahra SH menjelaskan, materi yang diberikan kepada para kader PKK tersebut antara lain penyegaran administrasi. Dulu administrasi ditulis di buku, sekarang langsung dicatat di komputer.

“Sebelumnya kami kirim buku admin lewat email ke kecamatan. Sekarang mereka diberi tahu bagaimana cara mengisi buku admin langsung di laptop. Jadi, mereka masing-masing harus membawa laptop,” terangnya.

Selain terkait administrasi, TP PKK Kota Surabaya juga akan menyampaikan program-program unggulan kepada para peserta, termasuk sekretaris. Hal ini dilakukan agar para sekretaris dapat terlibat dalam penyusunan program.

“Sekretaris harus tahu semua. Mulai dari bagaimana melaksanakan program dan memprogramkan. Sementara kami berpedoman pada Rakernas ke-8 tahun 2015,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Siti Nuriya Zam Zam Sigit Sugiharsono dalam sambutannya mengatakan, pelatihan tersebut adalah merupakan pelaksanaan hasil Rakernas PKK tahun 2015. Menjelang masa berlakunya hasil Rakernas tersebut pada tahun 2020, ternyata belum semuanya dapat melaksanakan hasil Rakernas tersebut.

“Salah satu contoh, belum semua pengurus memahami program unggulan PKK. Padahal program unggulan ini merupakan prioritas program yang harus dilakukan karena sangat menyentuh kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

TP PKK Kota Surabaya menggelar pelatihan untuk kader, Selasa (12/3). Foto: Ulviyatun Ni’mah/derapdesa.id

Pendataan juga menjadi persoalan dalam administrasi. Menurut istri Kepala Inspektorat Kota Surabaya ini, dari laporan kegiatan tahunan yang diterima TP PKK Kota Surabaya, sangat kecil sekali persentase laporan data yang benar dan masuk akal. “Banyak laporan yang dibuat asal-asalan tanpa berpikir data itu dibutuhkan juga oleh dinas yang terkait dengan gerakan PKK,” katanya.

Untuk membenahi permasalahan tersebut, pihaknya memandang perlu adanya penyegaran terutama untuk sekretaris, karena sekretaris merupakan motor dari PKK. “Semua kegiatan administrasi menjadi tanggung jawab sekretaris. Pokja-pokja memberi masukan, tapi finalnya pada sekretaris,” lanjutnya.

Bu Sigit berharap ada dua sekretaris di PKK kelurahan dan kecamatan. Jika sekretaris I mempunyai jabatan dinas, maka wakilnya bisa dipilih dari ibu rumah tangga atau karyawan yang tidak terlalu banyak memiliki beban tugas dinas.

“Perlu disadari, menjadi pengurus TP PKK adalah sepenuhnya merupakan pengabdian, suka rela, dan tidak dibayar. Akan tetapi, jika sudah bersedia menjadi pengurus, kita harus mau bertanggung jawab sesuai kedudukan masing-masing,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan harapan semoga pengabdian yang ikhlas dari seluruh pengurus menjadi catatan amal kebaikan yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. (via)