Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Kades Panjer Ubah Sungai Jadi Akses Jalan Pertanian

186
Pembangunan akses jalan pertanian di Desa Panjer.

Warga Desa Panjer, Kec. Plosoklaten, Kab. Kediri yang memiliki lahan sawah kini bisa bernafas lega. Pasalnya, dulu akses jalan ke sawah mereka tidak memadai dan hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Nilai jual atau sewa sawah pun sangat rendah. Begitu pula dengan keuntungan petani.

“Mereka kesulitan mau mengolah sawah. Termasuk dalam membawa hasil pertanian, mengangkut pupuk, traktor, atau alat bajak tradisional karena jalannya hanya pematang. Mereka harus jalan kaki,” kata Kepala Desa Panjer, Suhadi kepada derapdesa.id, Jumat (12/4).

Untuk mengatasi hal itu, pemerintah Desa Panjer menyulap sungai sepanjang 774 meter menjadi jalan akses pertanian. Suhadi mengatakan, pembangunan jalan pertanian ini pernah digagas dua kades sebelumnya. Namun, gagasan itu tidak pernah terwujud karena ada penolakan dari warga pemilik sawah.

Kolase foto perkembangan jalan pertanian di Desa Panjer. Dulu hanya pematang, kemudian dibangun talud, lalu pavingisasi.

Hingga pada tahun 2016 dalam Musrenbangdes Desa Panjer, camat, perangkat desa, lembaga desa, serta tokoh masyarakat sepakat menyetujui proyek tersebut. Setelah dana cair pada tahun 2017, dibangun talud jalan pertanian sepanjang 774 meter. Pembangunan ini menghabiskan dana sebesar Rp 244,5 juta yang berasal dari dana desa.

“Pada tahun 2018 dilanjutkan pembangunan pavingisasi yang sudah masuk dalam APBDes sebesar Rp 101.960.000. Dana itu bersumber dari dana desa tahun 2018,” ungkap Suhadi.

Kini setelah pembangunan selesai, akses jalan menuju sawah pun sangat gampang. Sepeda motor, mobil pikap, maupun truk engkel dapat melintasi jalan dengan lancar.

“Pembangunan jalan ini juga dapat meningkatkan daya beli hasil pertanian maupun sewa tanah pertanian, memperlancar sistem pengairan areal sawah, dan meningkatkan pendapatan petani,” pungkas Suhadi. (uul)