Tuntaskan Stunting dengan Gotong Royong

80

Stunting menjadi persoalan yang kerap mengemuka. Bahkan penuntasan stunting bisa cepat tercapai jika dilakukan dengan prinsip gotong royong. Melibatkan banyak pihak, dan peran serta dari berbagai kalangan masyarakat.

Termasuk di antaranya peran kader PKK yang memiliki kader hingga tingkat desa. Hal itu dikatakan Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak di Pendopo Lokatantra Lamongan, usai melakukan Kunjungan Kerja Monev Stunting dan Kematian Ibu dan Bayi (KIB) di Desa Karangturi, Kecamatan Glagah (30/1).

Menurut Arumi, pentingnya peran PKK dalam penanganan stunting, karena mereka bisa menjadi ujung tombak dalam mengidentifikasi masalah yang ada di lapangan melalui kader posyandu.

Arumi Bachsin juga mengungkapkan pentingnya edukasi stunting sejak remaja demi menjaga kualitas hidup. “Jika saat remaja mereka sudah memahami bagaimana cara mencegah stunting, Insya Allah akan melahirkan generasi bangsa yang berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga  16 Daerah di Jatim Prioritas Penanganan Stunting

Bupati Lamongan, HM Fadeli mengungkapkan, percepatan penuntasan stunting sudah menjadi komitmen bersama oleh Pemkab Lamongan.

Komitmen itu ditunjukkan dengan memperluas intervensi penuntasan stunting. Dari yang hanya diwajibkan 10 desa prioritas, diperluas menjadi 31 desa prioritas pencegahan stunting.

Menurut Fadeli, intervensi sensitif pencegahan stunting di Kabupaten Lamongan dilakukan melalui berbagai program. Di antaranya penuntasan open defecation free (ODF) dan Green and Clean yang sudah dilakukan sejak tahun 2014, serta percepatan penuntasan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) lima pilar di tahun 2020.

Pemkab Lamongan melalui beberapa perangkat daerah terkait juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 6.732.512.100 untuk intervensi penurunan stunting melalui beberapa program.

Seperti program Pelita LA dari Dinas Kesehatan, Kelas Ibu Hamil dan Balita dari Dinas Kesehatan, Gemarikan dari Dinas Perikanan serta Gerakan Masyarakat Sehat yang dilakukan lintas perangkat daerah.

Baca Juga  ‘Ibu Adalah Pejuang Bangsa Yang Tangguh’

Dengan komitmen itu, lanjutnya, pada Agustus 2018 angka stunting di Kabupaten Lamongan yang mencapai 10,17 persen, pada Februari 2019 turun menjadi 9,48 persen dan pada Agustus 2019 menjadi 7,71 persen.  “Berarti dari Agustus 2018 sampai Agustus 2019, Kabupaten Lamongan berhasil menurunkan stunting sebesar 2,46 persen,” tutur Fadeli. (*)