Tutup Football For Peace 2019, Emil : Sepakbola Bangun Karakter Anak

43
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat menyerahkan hadiah kepada juara dalam ajang Football for Peace 2019 Jawa Timur, Senin 1 April 2019. Foto : Humas Pemprov Jatim for derapdesa.id

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak berkesempatan melawat ke Ponpes Darrul Ulum Jombang, Senin 1 April 2019. Di sana, pria yang juga mantan Bupati Trenggalek tersebut diperkenankan menutup ajang Football For Peace Jawa Timur 2019.

Selama di lokasi, Emil sapaan akrabnya, mengatakan pentingnya memetik pelajaran dari bermain sepakbola. Menurutnya, permainan sepakbola bisa dijadikan salah satu wahana membangun karakter anak. Dijelaskannya, dengan bermain sepakbola secara tidak langsung anak juga dilatih mengelola kematangan emosional serta rasa saling menghargai.

Imbasnya, ilmu tersebut nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat. “Bermain sepakbola  tidak hanya mencari siapa yang jago dan menang, tapi juga mencari siapa yang paling sportif. Secara tidak langsung mengajarkan anak untuk membangun karakter,” jelasnya.

Di samping itu, menurutnya permainan sepakbola juga menjadi saranan membangun karakter berlandaskan Islam. Secara rinci, hal itu mengacu pada kepribadian Rosulullah SAW, yakni cinta damai antar sesama manusia. Untuk itu Emil mengimbau agar anak-anak bisa menerapkan sifat-sifat tersebut.

“Bagi pemenang jadilah duta yang menyebarkan nilai kebaikan, dan tunjukkan  bahwa bisa sportif,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Football For Peace Jawa Timur 2019, Gus Han menyampaikan kegiatan ini akan dihelat kembali Oktober 2019 mendatang, dengan mendatangkan pelatih dari Spanyol. Ia menambahkan, bagi para pemain dan pelatih yang saat ini turut serta, bisa mengikuti ajang tersebut.

Dari rangkaian agenda tersebut, nantinya yang terbaik akan dikirim ke negeri Matador itu. “Yang terbaik akan dikirim ke Spanyol untuk berlatih di sana. Ke depan diupayakan  juga menghadirkan pesepakbola internasional Karim Benzema ke Jatim guna memeriahkan acara ini,” ungkapnya.

Ia menyebut puncak dari agenda ini dimaksudkan untuk membangun nilai-nilai kebersamaan dan toleransi. Keduanya dinilai penting dalam lingkup sepakbola, sebab mampu menjadikan ajang tersebut lebih sempurna. (dd-07, hms)