Berkontribusi dalam Pembangunan, Pakde Karwo Apresiasi DWP

135

Dharma Wanita Persatuan (DWP) tahun ini berusia 19 tahun. Untuk memperingati hari bersejarah tersebut, DWP Provinsi Jatim mengadakan acara resepsi peringatan HUT DWP. Tampak beberapa tamu menghadiri acara yang digelar di Ruang Hayam Wuruk Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Rabu (12/12) itu. Di antaranya Gubernur Jatim Pakde Karwo, Ketua TP PKK Prov. Jatim yang juga Penasihat DWP Prov Jatim, Bude Karwo, istri Wakil Gubernur Jatim, Fatma Saifullah Yusuf, dan Sekdaprov Jatim Dr Heru Tjahjono.

Dalam kesempatan tersebut, Pakde Karwo memberikan apresiasi kepada semua anggota DWP Prov. Jatim atas pengabdiannya selama ini. Lewat kontribusi DWP, Pemprov Jatim bisa maju dan berkembang dalam pembangunan di semua bidang.

“Atas nama Penasihat DWP Provinsi Jatim, saya merasa bangga atas dukungan ibu-ibu semua, sehingga pada peringatan HUT KORPRI ke-47 lalu ASN Jatim mendapat penghargaan paling produktif,” kata Pakde Karwo disambut tepuk tangan.

Orang nomor satu di Jatim itu juga mengajak semua anggota DWP Provinsi Jatim untuk mengoptimalkan peran perempuan dalam pembangunan nasional. Apalagi, keempat peran tersebut sangat diperlukan anggota DWP dalam mendukung produktivitas keluarga.

“Untuk menyukseskan pembangunan nasional, anggota DWP harus mengoptimalkan peran di urusan domestik atau rumah tangganya terlebih dulu,” ungkap Pakde Karwo.

Dia menjelaskan, peran perempuan yang pertama adalah sebagai guru pertama dan utama dalam rumah tangga. Menurutnya, jika ingin mengetahui perilaku anaknya maka lihatlah ibunya dan begitu pun sebaliknya. Karena sikap ibu dalam mendidik akan menentukan sifat yang terbentuk pada anak.

Sedangkan peran perempuan yang kedua adalah sebagai pembangun suasana yang kondusif dan harmonis dalam keluarga. Peran ketiga yakni sebagai motivator dalam keluarga. Sementara peran keempat adalah pengakselerasi keluarga, sehingga semua anggota bisa produktif dan meningkat profesionalismenya.

Pakde Karwo juga mengatakan, anggota DWP harus memiliki kebahagiaan fisik, emosional, dan intelektual. “Para istri ASN juga harus dilengkapi dengan kebahagiaan spiritual (spiritual happiness) yang berfungsi sebagai rem dan kompas dalam bersikap dan berperilaku di dalam keseharian,” pungkasnya. (uul, hms)