Waspada Covid-19, KONI Jatim Ubah Pola Puslatda

45

Surabaya – Wabah penyakit akibat Corona Virus Disease (Covid-19) makin merebak, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim pun melakukan terobosan. Ini terkait penyiapan atlet yang tergabung dalam Puslatda Jatim 100-IV menjelang gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020, di Papua, Oktober-November mendatang.

KONI Jatim mengambil langkah-langkah dengan mengubah pola Puslatda Jatim 100-IV yang selama ini berlangsung, menjadi pola Puslatda Mandiri (training from home/TFH) dan pola Puslatda Tertutup (steril).

“Dua pola Puslatda ini mulai berlaku 23 Maret hingga 23 April. Kami harus melindungi atlet dari berlatih bersama yang berpotensi terjangkit Covid-19. TFH dan Puslatda steril semoga membuat atlet aman dan nyaman,” kata Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung, Rabu (25/3).

Kolam renang KONI (foto atas) dan Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung

Menurut Erlangga, Puslatda Tertutup (steril) adalah pola pelatihan yang dilakukan dengan cara pemusatan latihan di satu tempat dengan fasilitas penginapan di dekat tempat latihan selama pelaksanaan Puslatda. Ketentuannya adalah seluruh personel Puslatda (pelatih, atlet, mekanik, dan sparring) masing-masing cabor (cabang olahraga) ditempatkan di satu tempat untuk berlatih dan tinggal (menginap).

Baca Juga  PKK Kab Pasuruan Bagikan Hand Sanitizer Gratis

Setiap personel dilarang melakukan interaksi fisik dengan setiap orang kecuali dengan Tim Puslatda Cabor dan tim yang ditugaskan KONI Jatim. Setiap personel Puslatda dilarang keluar dari camp kecuali untuk keperluan berobat, atau keperluan lain yang mendesak.

JAGA ASUPAN GIZI

Setiap atlet wajib melaksanakan social distancing minimal 1 (satu) meter dengan personel Tim Puslatda yang lain. Setiap atlet Puslatda melaksanakan latihan fisik, teknik, dan taktik camp masing-masing dengan program latihan yang disusun oleh pelatih.

Setiap pelatih Puslatda wajib menyusun program latihan bagi atlet sesuai dengan target yang ditetapkan untuk pencapaian prestasi puncak di PON XX Papua.

“Setiap atlet wajib menjaga asupan gizi yang dibutuhkan (makanan, vitamin, dan suplemen) sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Tim Gizi BSS KONI Jatim dan istirahat cukup (minimal 8 jam). Setiap atlet wajib mendapatkan persetujuan tertulis dari orangtua/wali masing-masing untuk mengikuti Puslatda Tertutup,” katanya.

Baca Juga  Momentum Satukan Suporter di Piala Gubernur Jatim 2020

Selain itu, setiap personel yang terlibat dalam Puslatda Tertutup wajib melakukan tes kesehatan terkait Covid-19 terlebih dahulu sebelum masuk Puslatda Tertutup (steril). Atlet dilarang keluar camp kecuali untuk keperluan berobat, atau keperluan lain yang mendesak.

Sedangkan Puslatda Mandiri (TFH: Training From Home) adalah cara berlatih di rumah masing-masing. Setiap atlet melaksanakan latihan fisik, teknik, dan taktik di rumah masing-masing dengan program latihan yang disusun pelatih.

Setiap pelatih wajib melakukan pemantauan setiap hari pada jam-jam latihan yang telah ditetapkan melalui video conference/video call. Atlet dilarang keluar rumah kecuali untuk keperluan berobat, atau keperluan lain yang mendesak. “Selain itu penerapan social distancing juga wajib dilakukan atlet dan tentang asupan gizi juga sama dengan pola Puslatda Tertutup (steril),” tambah Erlangga.

Sementara atlet yang saat ini menjalani rehabilitasi atau pemulihan tetap, wajib menjalani camp di KONI Jatim. “Apa yang kami lakukan ini adalah langkah darurat karena Covid-19, tapi kami berharap tetap bisa menjaga kondisi atlet agar tetap mencapai peak performance saat PON mendatang,” katanya. (*)