Waspadai Middle Income Trap

65

Meski mendapat banyak pujian, namun Pakde Karwo tetap menunjukkan sifat low profile. Dalam paparannya, ia mengingatkan kepada seluruh kalangan, bahwa di tahun 2019 mendatang Jatim akan berada di puncak bonus demografi.
Kondisi ini, ditambah dengan meningkatnya masyarakat ekonomi kelas menengah yang ada di Jatim. “Kalau tidak bisa memanfaatkan dengan baik, bonus demografi ini bisa saja menjadi bencana. Ini yang harus terus diwaspadai,” terangnya.
Sebagai salah satu upaya menanggulangi kemungkinan middle income trap tersebut, Pakde Karwo bertekad untuk terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) warganya. Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat Jatim memiliki daya saing dalam persaingan global.
Ada beberapa upaya untuk menggenjot kualitas SDM. Salah satunya dengan menerapkan dual track strategy. Yakni, secara bersama-sama mengembangkan pendidikan di bidang keterampilan dan vokasional. Pengembangan tersebut meliputi sektor formal dan strategi nonformal.
Peningkatan SDM ini, tutur Pakde, juga untuk menciptakan wirausahawan yang punya daya saing guna menguasai pasar dalam negeri ataupun pasar global. “Strategi formal akan diarahkan dengan meningkatkan kualitas lulusan SMK dengan menambah muatan kurikulum yang diampu perguruan tinggi yang ada fakultas tekniknya,” tandasnya.
Sementara, pada strategi nonformal, lanjut Pakde, akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil dan besertifikat. Pemprov Jatim juga berupaya meningkatkan sumber daya manusia melalui SMK mini dan balai latihan kerja. “Harapannya, produk wirausaha hasil pembangunan SDM akan memiliki daya saing yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi Jatim,” pungkasnya.