Dipercaya sebagai SMK Pusat Keunggulan, SMK M Tri Terapkan Kurikulum Paradigma Baru

52

MADIUN – SMK Muhammadiyah 3 Dolopo atau yang biasa dikenal SMK M Tri mendapatkan kepercayaan dari Dirjen Diksi (Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi) untuk menjadi SMK PK (Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan) tahun 2021. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi kurikulum paradigma baru dan penjajakan kerjasama dengan PT. Kubota Indonesia dan MPM Motor Madiun yang diselenggarakan di kampus dua SMK M Tri Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Rabu (15/9) sampai dengan Kamis (16/9).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Pendamping Perguruan Tinggi dari Politeknik Negeri Madiun, Komite Sekolah, Pengurus PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kabupaten Madiun, Serta MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Swasta) Se-Kabupaten Madiun.

Dalam sambutannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun Supardi, SH., M.Pd. mengapresiasi atas kepercayaan yang diperoleh SMK M Tri.

“Selamat dan sukses atas terpilihnya SMK Muhammadiyah 3 Dolopo menjadi SMK Pusat Keunggulan tahun 2021, yang mana tahun 2020 telah mendapat kepercayaan menjadi SMK CoE (Center of Excellence – red) bentuk fisik dan alat, tahun ini dalam bentuk program non-fisik sebagai upaya pengembangan kualitas dan kinerja, tentunya harus sesuai dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri – red) ditambah dengan pendampingan dari perguruan tinggi yang nantinya diharapkan memberikan contoh yang nyata bagi sekolah lain dengan berbagai praktik baik mengimbas dan menginspirasi sesama SMK,” ucapnya.

Baca Juga  Menyimak Tema Mistis, Magis dan Tragis

Senada dengan pernyataan Supardi, Pendamping Perguruan Tinggi, Achmad Aminudin, S. Pd. MT. menyampaikan bahwa kegiatan SMK PK merupakan kegiatan yang sangat baik bagi pengembangan SMK.

“Kami dari Perguruan Tinggi bisa terlibat untuk memberikan rekomendasi agar para guru memiliki pola pikir perubahan dan pola pikir yang inovatif sesuai tantangan DUDI. Maka pendamping Perguruan Tinggi sangat mendukung perencanaan dan pengelolaan program dalam menguatkan link and match SMK Muhammadiyah 3 Dolopo dengan DUDI,” tuturnya.

Pada acara inti, materi pertama disampaikan oleh Kepala Cabang MPM Motor Madiun, Elly Kurnia, S.P. Pihaknya merasa bangga menjadi bagian dari perubahan paradigma baru pendidikan di SMK M Tri.

“Saya berpesan kepada bapak ibu guru tanamkan dalam hati siswa siswi SMK Muhammadiyah 3 Dolopo bahwa kita harus memiliki potensi yang kuat dan cita- cita untuk meraih sukses, karena pola pikir mereka menjadi semangat bagi mereka sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga  Roadshow Literasi, Dorong Kreativitas Berdaya Saing Kuat di Era Digital

Sugeng Riyadi HR dan GA Managger PT. Kubota Indonesia selaku pemateri kedua, Menyatakan ‘link and match’ antara SMK Muhammadiyah 3 Dolopo dan PT. Kubota sangat diperlukan, karena setiap saat ada perkembangan baru dan tantangan baru di DUDI mereka paham dan tau sehingga diajarkan disekolah.

“Alhamdulillah, sinkronisasi kurikulum SMK Muhammadiyah 3 Dolopo dengan PT. Kubota Indonesia setiap awal pelajaran selalu diperbarui, selalu meminta masukan dengan kami agar terciptanya kerjasama yang baik dan harmonis antara SMK Muhammadiyah 3 Dolopo dan Kubota,” ujarnya.

Pada kegiatan hari kedua, Kamis (16/9/2021) SMK Muhammadiyah 3 Dolopo melakukan workshop dengan tema SMK Pusat Keunggulan dan Revisi Peta Jalan dengan pemateri dari Pengawas SMK PK Liluk Dwi SPd MPd. Pembahasan ini merupakan salah satu kegiatan wajib bagi para guru dan karyawan untuk acuan semua yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, supervisi dan evaluasi Program SMK PK.

Baca Juga  Pemerintah Putuskan Ujian Nasional 2020 Ditiadakan

Liluk mengungkapkan bahwa Peta Jalan Road Map SMK Muhammadiyah 3 Dolopo menjadi landasan utama dalam menetapkan dan menguraikan komponen pengembangan sekolah terutama pada komponen pembelajaran dengan memprioritaskan kompetensi keahlian yang paling sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja dan industri.

“Semua yang terlibat harus siap melakukan perubahan pengembangan kompetensi keahlian untuk peningkatan kualitas dan kinerja yang diperkuat dengan penyelarasan dengan DUDI yang akhirnya menjadi SMK rujukan dan dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak bagi sekolah di Kabupaten Madiun,” ucap Liluk.

Kepala SMK M Tri, Bambang Hariyadi, ST., S.Kom menjelaskan bahwa kegiatan workshop diharapkan mampu memberikan informasi dan persamaan persepsi terhadap paradigma baru pendidikan.

“Sinkronisasi kurikulum kami rutin mengevaluasi agar link and match dengan DUDI. Alhamdulillah, kami telah melakukan penguatan dan pelatihan kepala sekolah serta guru yang harapannya menjadi pondasi utama untuk mencetak lulusan SMK Muhammadiyah 3 Dolopo diharapkan sesuai kebutuhan DUDI yang kompeten, terampil dan berkarakter professional,” tukas Bambang. (Muh Nurcholis)