DWP Sumenep Gelar Pelatihan Merajut

444
DWP Kab Sumenep gelar pelatihan merajut

Kemampuan perempuan agar pintar, kreatif dan inovatif terus diupayakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumenep. Salah satunya dengan menggelar pelatihan merajut untuk isteri ASN golongan I dan II, warga binaan pemasyarakatan dan SLB.

“Kami berharap, pelatihan itu bermanfaat bagi peserta guna menambah pengetahuan dan wawasan, sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) terutama keahlian merajut,” kata Dewan Pembina DWP Kab Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, saat pelatihan merajut di Sekretariat PKK setempat (10/9).

Dia ingin peserta pelatihan terus mengembangkan diri, bahkan memiliki motivasi menjadi pelaku ekonomi keluarga dengan berwirausaha kerajinan rajutan. Itu dilakukan guna membantu menyejahterakan keluarga.

Bagi isteri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang suaminya sudah purna tugas, bila punya usaha pasti bisa membantu kebutuhan keluarga dari usahanya itu. “Begitu juga warga binaan setelah keluar dari rutan dengan keahlian merajut bisa membuka usaha,” kata Nia Kurnia, yang juga anggota DPRD Kab Sumenep.

Baca Juga  Jelang Lebaran, PP Muslimat NU Bagi Ribuan Paket Lebaran

Menurut dia, berwirausaha itu bisa menghasilkan karya-karya kreatif yang mempunyai nilai ekonomis, sehingga masyarakat berminat membeli hasil kerajinannya. Sedangkan pemasaran kerajinan tidak sekadar secara tradisional, namun juga memanfaatkan dunia digital.

Peserta pelatihan sebanyak 61 orang, rinciannya isteri ASN 48 orang, warga binaan 8 orang dan SLB sebanyak 5 orang. Sementara Ketua DWP Kab Sumenep, Khusnul Khotimah Rasiyadi, menambahkan, organisasinya baru pertama kali mengadakan pelatihan merajut bagi isteri ASN yang segera purna tugas, warga binaan pemasyarakatan dan SLB.

Pihaknya memprogramkan pelatihan bagi isteri ASN dan masyarakat sebagai kegiatan rutin tahunan. Namun tahun selanjutnya direncanakan pelatihan membatik. “Ini dengan pertimbangan Sumenep sebagai kota batik yang kaya beragam motif batik,” lanjut isteri Sekda Ir Edy Rasiyadi MSi itu. (*)