Gandeng TP PKK, BKKBN Jatim Rancang Sekolah Orang Tua

79

SURABAYA – Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim menggandeng TP PKK Provinsi Jatim untuk menggelar sekolah orang tua.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Drs Sukaryo Teguh Santoso MPd usai acara rapat koordinasi teknis (rakornis) kemitraan program Bangga Kencana di kantor BKKBN, Selasa (9/3/2021).

“Kami sudah memilih satu lokus sebagai pilot project di Kab. Pasuruan, tetapi karena pandemi program inj sedikit terhambat. Soal nama program akan kita susun yang lebih fun,” ujarnya.

Teguh menegaskan, sekolah orang tua ini merupakan program pembelajaran non formal bagi keluarga yang memiliki balita. Nantinya para peserta program mengikuti 12 hingga 13 sesi pertemuan. Mereka tidak hanya dibekali materi, melainkan juga praktik langsung.

“Program ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua. Kalau ditarik, persoalan keluarga itu ujungnya pada pengetahuan dan keterampilan juga. Tidak hanya keterampilan mengasuh, tetapi juga keterampilan komunikasi yang baik,” jelas Teguh.

Baca Juga  Pandemi Covid-19, BKKBN Jatim Ingatkan Tetap Ber-KB

Orang nomor satu di Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim ini melanjutkan, program ini akan melibatkan ibu dan ayah. Pelaksanaannya pun dilakukan dengan gaya dan cara yang lebih kultural serta disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Ini merupakan salah satu upaya kami menurunkan angka stunting. Diharapkan dengan memberi pembekalan kepada orang tua, balita tidak akan mengalami stunting,” ungkapnya.

Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Emil Dardak menyambut baik program tersebut. Sebelum program ini dilaksanakan, Arumi meminta agar para kader PKK dilatih sebagai trainer program.

“Program ini bagus sekali karena memberikan pendidikan kurang lebih 12 atau 13 kali pertemuan dengan topik yang berbeda dan mencakup semua,” kata Arumi.

Menurut Bunda GenRe Jatim ini, program sekolah orang tua ini juga dapat menyiapkan ibu dan ayah untuk merawat balita agar tidak stunting.

Baca Juga  Sholawat Nabi Iringi Khofifah-Emil

“Kebanyakan anak yang masuk zona stunting dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu dan ayah,” tutur istri Wakil Gubernur Jatim ini. (uul)