Inovasi Mampu Tingkatkan Minat Baca

1207
Para pelajar ketika berkunjung ke perpustakaan

Bila menarik minat baca pelajar atau masyarakat? Inilah yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro dengan melakukan terobosan dan inovasi untuk meningkatkan minat baca di wilayahnya. Salah satunya melalui bulan kunjungan perpustakaan.

Kegiatan tahunan ini dilaksanakan secara sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Sasarannya adalah pelajar tingkat SMP. Bulan kunjungan perpustakaan berlangsung selama satu bulan, 30 September hingga 30 Oktober 2019.

Tiap hari satu sekolah mengunjungi perpustakaan daerah. Digilir satu hari satu sekolah. “Ada 60 sampai 70 siswa wajib ke sini untuk mencari bahan literasi. Sementara ini untuk sekolah-sekolah di dalam kota,” kata pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro, Heri Purwanto.

Dipilihnya Bulan September untuk pelaksanaan kegiatan ini, karena bulan tersebut dalam kalender nasional memiliki dua momen penting. Bulan kesembilan itu dijadikan sebagai Bulan Gemar Membaca dan 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan.

Baca Juga  Menyimak Tema Mistis, Magis dan Tragis

Sehingga melalui momentum tersebut, lanjut dia, budaya membaca buku sepatutnya ditanamkan sejak dini. Sebab, melalui membaca, cakrawala berpikir seseorang akan terbuka dan menyerap banyak ilmu pengetahuan. “Minat baca memengaruhi kehidupan individu dan bangsa pada masa mendatang. Juga pemahaman ekonomi untuk menentukan masa depan global,” katanya.

Perpustakaan Daerah akan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, dengan berinovasi mencari terobosan sebagai upaya promosi peningkatan minat dan budaya baca kepada masyarakat. Karena banyak membaca akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan berkualitas, yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut dia, masa anak-anak merupakan masa yang rentan terhadap pengaruh dari luar, termasuk media dan teknologi yang berkembang cukup pesat.

Anak millenials–generasi update–perlu penanganan khusus agar mereka mau belajar. Ke depan bulan kunjungan perpustakaan ini tidak hanya menyasar pelajar di dalam kota, melainkan juga di pelosok desa. (*)