Jokowi Hadiri Pengukuhan KH Asep Saifuddin sebagai Guru Besar UINSA

357

KH Asep Saifuddin Chalim M Ag resmi menyandang gelar Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Bidang Sosiologi. Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu dikukuhkan sebagai Guru Besar UINSA ke-63 di Gedung Sport Centre and Multipurpose, Sabtu (29/2/2020).

Acara pengukuhan tersebut ramai dihadiri tokoh dan pejabat, salah satunya adalah Presiden RI Joko Widodo yang yang secara khusus diundang sebagai tamu kehormatan.

Presiden hadir bersama rombongan. Antara lain, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit.

Turut mendampingi pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur.


Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan selamat atas pengukuhan tersebut. Menurut dia, gelar guru besar merupakan bentuk pengakuan akademik tertinggi atas kontribusi KH Asep dalam mengembangkan studi Islam serta model pendidikan yang inovatif untuk membangun umat dan bangsa.

Baca Juga  Isi Orasi Ilmiah, Emil Imbau Wisudawan Miliki Keilmuan Multidisiplin

“Saya mengikuti terus perjuangan beliau, Bapak Kyai Asep, dalam mengembangkan dan mewujudkan manusia unggul dan berakhlakul karimah. Bukan hanya melalui pemikiran-pemikiran yang beliau sampaikan di banyak kesempatan, tetapi yang lebih penting lagi adalah melalui kiprah dan karya yang beliau ciptakan,” kata Jokowi.

Dia menilai, pemikiran, kiprah, dan karya KH Asep dalam membangun umat dan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) bangsa yang unggul, sangat selaras dengan agenda besar bangsa Indonesia sekarang ini, yakni pembangunan sumber daya manusia.

“Kita ingin SDM Indonesia mampu menghadapi tantangan dunia saat ini. Kita ingin SDM Indonesia semakin unggul dan kompetitif sehingga mampu menjadi motor penggerak transformasi bangsa mewujudkan Indonesia Maju,” tandas Presiden.

Rektor UINSA Prof Masdar Hilmy menyampaikan, pengukuhan KH Asep sebagai Guru Besar merupakan bentuk rasa syukur UINSA, Keluarga Besar PP Amanatul Ummah, serta umat Islam secara umum. Dia menegaskan, KH Asep merupakan salah satu ‘aset’ penting di bidang akademis yang lahir dari rahim pesantren.

Baca Juga  Dewanti Rumpoko, Kepala Daerah Perempuan Pertama di Malang Raya

“Saya yakin, secara pribadi Romo Kyai tidak butuh gelar guru besar. Karena beliau sudah besar dengan sendirinya. Ini kalau berpikirnya hakikat. Tapi kalau secara syariat, maka siapapun yang menjadi dosen dan sudah memenuhi syarat untuk diajukan sebagai guru besar pasti harus kesana dan itu merupakan kepentingan kelembagaan UINSA,” tegasnya.

Sementara itu, dalam orasi ilmiah yang disampaikan dalam pengukuhan Guru Besar tersebut, KH Asep mengusung tema ‘Model Pendidikan Dalam Mengatasi Problematika Masyarakat Masa Kini dan Akan Datang.’ Orasi ilmiah ini mengkaji tentang hubungan kausalitas antara pendidikan dan kemiskinan yang masih menjadi perdebatan di era globalisasi saat ini. Di mana tingkat kesejahteraan seseorang dianggap berbanding lurus dengan tingkat pendidikannya.

Narasi akademik yang lahir dari impelementasi pembelajaran di PP Amanatul Ummah tersebut mengajak lembaga pendidikan untuk bergerak dengan pola pikir yang out of the box. Dia juga mengatakan bahwa pendidik tidak bisa berada pada posisi take it granted yang justru menggiring generasi milenial pada arus globalisasi dan kesesatan.

Baca Juga  Waspadai Middle Income Trap

“Oleh karena itu, dengan peraturan formal maupun non formal, para pendidik harus mampu membangun rambu-rambu ajaran agama, etika, norma, adab, dan nilai-nilai luhur bangsa yang membimbing peserta didik sebagaimana kita cita-citakan,” jelasnya. (uul, hay)