Kunjungi Bojonegoro, Wantimpres Pakde Karwo Janji Sampaikan Keluhan Pekerja SKT kepada Presiden

65

BOJONEGORO – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) RI Soekarwo melakukan kunjungan kerja ke Bojonegoro, Rabu (6/10/2021).

Dalam kesempatan itu, pejabat yang akrab disapa Pakde Karwo ini menghadiri peringatan HUT Koperasi Kareb Bojonegoro. Selain itu, dia juga berdialog dengan para pekerja Sigaret Kretek Tangan (SKT). Kepada Pakde Karwo, para pekerja SKT menitipkan aspirasi untuk disampaikan Presiden Joko Widodo agar cukai hasil tembakau tahun depan tidak naik. 

“Pekerja SKT saya tanya satu-satu, rata-rata mereka adalah tulang punggung keluarga yang suaminya terimbas pandemi, kena PHK, ada yang buruh kasar. Fakta-fakta inilah yang nanti akan kami laporkan kepada presiden bahwa masalah padat karya ini sangat penting,” jelasnya seusai mengunjungi Mitra Produksi Sigaret (MPS) Kapas Bojonegoro.

Mantan Gubernur Jatim dua periode ini melanjutkan, pendapatan para pekerja SKT ini bahkan sudah jauh di atas UMK yang ditetapkan provinsi sehingga pendekatannya adalah kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan menyampaikan hal tersebut untuk menjadi pertimbangan presiden dalam memberikan kebijakan soal cukai.

Baca Juga  Setarakan Diniyah, Lahirkan SMK Mini Hingga Vokasi

Menurutnya, industri SKT sudah memiliki ongkos produksi yang tinggi, selain upah pekerja juga ada cukai yang mempengaruhi biaya produksinya. Berbeda dengan produk sigaret kretek mesin yang lebih efisien.

“Dengan tingginya biaya produksi SKT ini, maka perlu subtitusi untuk mengurangi beban yaitu tax (cukai) tidak tinggi,” tukasnya.

Pakde Karwo menambahkan, dirinya juga akan menyampaikan kepada presiden jika pada 2021 saat tidak ada kenaikan cukai, MPS Kapas Bojonegoro akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

MPS Kapas Bojonegoro melaporkan jumlah pekerja SKT pada 2019 mencapai 1.800 orang, tetapi pada 2020 akhirnya menyusut menjadi 800 orang akibat adanya kenaikan cukai. Namun pada 2021, saat tidak ada kenaikan cukai, MPS kini telah menambah jumlah pekerja sebanyak 1.100 orang sehingga kini menjadi 1.900 orang.

Baca Juga  Pekerja Seni Diapresiasi, Budayawan Diberi Penghargaan

“Masalah pekerja padat karya ini yang akan diperjuangkan. Kalau cukai naik, yang bertambah 1.100 orang pekerja itu bisa hilang lagi dan ada pengangguran baru. Dampak dari pengangguran bisa kriminalitas dan kesulitan menyekolahkan anak. Menurut perhitungan para ahli, posisi padat karya kalau bisa dipertahankan karena memberikan konsep mengelola keadilan yang makmur,” jelasnya.

Anggota Wantimpres Pakde Karwo saat kunjungan kerja ke Bojonegoro.

Direktur Utama Koperasi Kareb-MPS Kapas Bojonegoro, Sriyadi Purnomo mengungkapkan, tidak ada kenaikan cukai pada tahun ini telah menunjukkan kondisi yang luar biasa sebab industri SKT bisa menyerap tenaga kerja.

“Dengan tidak naiknya cukai pada 2021 kami bisa bernapas lega. Artinya dari tahun ke tahun kami mengalami penyusutan pekerja, tetapi tahun ini di MBS Kapas pekerjanya bisa 1.000 hingga 2.000-an. Harapannya kami bisa menyerap sampai 7.000-an pekerja,” ujarnya.

Baca Juga  Buka Bursa Inovasi Desa Ponorogo, Sekjen Kemendesa PPDTT Dihadiahi Batik Ciprat Karangpatihan

Sriyadi yang juga Ketua Paguyuban MPS Indonesia (MPSI) itu menambahkan industri SKT berharap pemerintah tidak menaikkan kembali cukai 2022 agar kinerja industri ini bisa meningkat.

Tahun ini, MPS Kapas telah memproses sebanyak 25.000 ton tembakau untuk disuplai ke pabrikan rokok, eksportir, konsumen dan pedagang.

“Kami sudah bisa membantu eksportir untuk ekspor tembakau sebanyak 30 persen dari total 25.000 ton per tahun tersebut. Harapan kami, petani tembakau kita hasilnya diambil oleh perusahaan besar sehingga proses kami tetap bisa ngebul,” harapnya. (*, uul)