Menerka Kisah dalam ‘Cantik Itu Luka’

4380

Di akhir masa kolonial seorang perempuan bernama Dewi Ayu dipaksa menjadi pelacur. Dewi Ayu adalah seorang anak dari sepasang saudara beda ibu, Henri dan Aneu Stamler. Kedua orangtuanya menitipkan Dewi Ayu dalam sebuah keranjang yang diletakkan di depan rumah kakek neneknya dan kemudian pergi ke Eropa.

Ketika Belanda kalah dari peperangan, banyak orang Belanda yang memilih pergi dari Indonesia menghindari bangsa Jepang tak terkecuali keluarga Dewi Ayu. Mereka memilih pergi dengan kapal terakhir namun sayang kapal yang mereka tumpangi berpapasan dengan kapal milik Jepang, mereka pun ditenggelamkan tanpa perlawanan. Namun, tentu saja Dewi Ayu tidak berada dalam kapal tersebut, meski telah dipaksa pergi meninggalkan Halimunda oleh keluarganya, ia tetap ngotot untuk berada.

Pada zaman penjajahan Jepang, satu persatu orang Belanda ditangkap dan dikirim ke Bloedenkamp sebuah penjara yang sangat menjijikkan dan penuh sesak dengan tahanan, terutama Dewi Ayu. Mereka mengalami kelaparan dan banyak yang terserang penyakit. Setelah penderitaan itu, Dewi Ayu beserta 19 gadis cantik dibawa paksa Jepang ke sebuah rumah pelacuran Mama Kalong. Sikapnya yang tenang membuatnya cepat akrab dengan Mama Kalong. Ia menjadi primadona di tempat pelacuran itu karena kecantikannya, banyak lelaki yang rela antri demi tidur dengan Dewi Ayu. Akibatnya ia melahirkan 4 orang putri. Ketiga putrinya diberkahi paras yang sangat cantik.

Baca Juga  Pakde Karwo: Spiritualitas Kunci Sukses Pembangunan

Mereka tak lain adalah Alamanda. Alamanda menikah dengan Shodanco, ia tidak mencintai lelaki itu, lelaki yang telah memperkosanya. Hingga memiliki seorang putri cantik bernama Nurul Aini. Yang kedua bernama Adinda, ia menikah dengan Kamerad Kliwon, pria yang dicintai dan mencintai kakaknya Alamanda, mereka memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Rengganis. Ketiga adalah Maya Dewi yang dinikahkan oleh ibunya sendiri saat masih berumur dua belas tahun dengan lelaki yang bernama Maman Gendeng, mereka hidup dengan ditemani oleh seorang putra mereka yang bernama Krisan.

Namun kejadian-kejadian buruk selalu menimpa mereka, kecantikan mereka memang telah dikutuk oleh roh jahat Ma Gedik. Lelaki tua yang dinikahi oleh Dewi Ayu. Lelaki tua itu adalah mantan pacar Ma Iyang, neneknya, yang telah direbut paksa oleh kakek Dewi Ayu untuk dijadikan gundik. Pernikahan Ma Gedik dengan Dewi Ayu membuat Ma Gedik semakin tidak beres hingga akhirnya mmemutuskan untuk bunuh diri dengan menerjunkan dirinya ke sebuah bukit, persis yang dilakukan Ma Iyang beberapa tahun lalu.

Baca Juga  Inovasi Mampu Tingkatkan Minat Baca

Kelebihan dari novel ini adalah, bagaimana penulis mampu menyajikan berbagai rentetan kisah secara menarik. Membuat pembaca terus menerka tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Kisah yang menyangkut banyak hal, banyak pesan moral. Seperti halnya pandangan lelaki tentang wanita cantik, tentang akibat yang harus ditanggung dari sebuah perbuatan. Juga berbagai rentetan kisah tentang perjuangan atas dasar kemanusiaan yang akhirnya harus dibayar nyawa. Ataupun kisah perjuangan tempo dulu.

Kekurangannya ada pada permainan alur yang cukup membuat bingung pada awalnya. Selain itu kata-kata yang penulis gunakan cukup berani, dan vulgar tanpa filter banyak terdapat dalam buku ini. Dalam buku ini pun banyak kisah yang masih membuat pembaca merasa bingung seperti kejadian waktu si cantik hanya terlihat biasa saja setelah melihat ibunya bangkit dari kubur setelah 21 tahun meninggal. *

Baca Juga  Dipercaya sebagai SMK Pusat Keunggulan, SMK M Tri Terapkan Kurikulum Paradigma Baru

IDENTITAS BUKU

  • Judul : Cantik Itu Luka
  • Peresensi : Yuliana Tahir (Akuntansi, 2017)
  • Pengarang : Eka Kurniawan
  • Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
  • Halaman : 479
  • Tahun terbit : 2015