Nikmatnya Nasi Pecel Madiun

685

Belum lengkap rasanya bila bepergian ke Kota Madiun tak mencicipi nikmatnya nasi pecel. Cobalah sensasinya di kawasan Jl HOS Cokroaminoto di kota tersebut. Ada banyak warung nasi pecel di sana.

Kota Madiun memang sudah menahbiskan diri sebagai ‘kota pecel’. Bahkan ada pena nda atas sebutan itu, antara lain di perempatan sekitar Balai Kota Madiun.

Memang ada banyak penjual nasi pecel, tetapi kawasan di Jl HOS Cokro sudah cukup dikenal masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota Madiun, sebagai daerah nasi pecel.

Beberapa warung yang cukup dikenal antara lain warung pecel ’99’, warung nasi pecel ‘Wiryo’, Tanjung maupun warung nasi pecel Pojok. Warung nasi pecel 99 pernah menjadi langganan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Warung nasi pecel Pojok (foto atas) dan tampilan nasi pincuk lauk paru goreng.

“Kalau saya lebih suka di warung nasi pecel Pojok. Ya itu memang selera masing-masing konsumen. Saya lebih sreg makan di warung pecel Pojok Kota Madiun,” ujar Kalaksa BPBD Prov Jatim, Subhan Wahyudiono, yang sempat mengajak derapdesa.id ke sana.

Baca Juga  Segarnya Tom Yam Kuah Bening ala Restoran Al-Hilal

Dari segi rasa relatif tak jauh berbeda antara satu warung dengan yang lainnya. Termasuk lauk pauk yang menyertai hangatnya nasi pecel tersebut. “Makan nasi pecel ini seperti nggak ada bosan-bosannya,” lanjut Subhan yang asli Magetan.

Sajian nasi pecel khas Madiun rata-rata dipincuk dengan daun pisang. Sepincuk dengan komposisi nasi putih, sayur mayur seperti bunga turi, daun kemangi, kecambah, daun kenikir dan lainnya disiram sambal pecel nan kental plus kerupuk puli atau rempeyek.

Soal lauk pauk tinggal pilih, mulai ayam goreng, telor ceplok, telor dadar, telor asin, empal daging, paru goreng dan lainnya. Demikian pula minumnya, bisa es teh, es jeruk, teh hangat dan lainnya.

Harganya pun relatif terjangkau di saku. Nasi pecel belum termasuk tambahan lauk lauk pilihan rata-rata dihargai Rp 7 ribu. “Tergantung tambahan lauknya apa, itu kita hargai lain lagi,” kata Mbak Ti, penjual nasi pecel Pojok.

Baca Juga  Semanggi Nutrifood, Gelorakan Semangat Hidup Sehat Lewat Makanan

Mbak Ti mengakui, warung nasi pecel Pojok buka setiap pagi dan sore. Pagi pukul 06.00 hingga pukul 10.00 dan sore mulai pukul 16.00 hingga pukul 24.00. “Alhamdulillah, selama ini lancar,” lanjut Mbak Ti.

Tidak semua warung nasi pecel buka pagi dan sore. Ada yang hanya buka pagi, tetapi ada yang buka sore saja. Bahkan ada pula yang buka pagi dan sore. (*)