Pakde Karwo Raih HC Ketiga dari UINSA

526
Pakde Karwo (kiri) dan Rektor UINSA Prof Masdar Hilmy saat penganugerahan gelar doctor honoris causa untuk Pakde Karwo.

Mantan Gubernur Jatim Pakde Karwo meraih gelar kehormatan doctor honoris causa (HC) dalam bidang Ilmu Pendidikan Islam dari UIN Sunan Ampel Surabaya. Penganugerahan gelar kehormatan ini digelar di Gedung Sport Center and Multipurpose UINSA, Rabu (27/3).

Gelar ini diberikan UINSA atas kontribusi besar Pakde Karwo dalam kebijakan modernisasi pendidikan diniyah dan pesantren selama menjabat Gubernur Jatim dua periode. Ini menjadi gelar doctor HC ketiga yang diraih Pakde Karwo. Sebelumnya dia mendapatkan gelar HC dari Universitas Airlangga Surabaya di bidang ekonomi dan gelar HC dari Universitas Muhammadiyah Malang di bidang pendidikan vokasi.

Dalam orasi ilmiahnya, Pakde Karwo menyampaikan, basis penelitian yang dia lakukan berdasarkan pelaksanaan kebijakan Pendidikan Diniyah Pesantren di Jatim selama periode 2006-2018. Tema yang diangkat yakni, ‘Rekonstruksi Pendidikan Diniyah Pesantren, Model Pendidikan Berbasis Spiritual.’

Baca Juga  Roadshow Literasi, Dorong Kreativitas Berdaya Saing Kuat di Era Digital

Menurut dia, basis spiritual menjadi solusi bagi persoalan krisis kemanusiaan yang ditimbulkan pengembangan sains dan teknologi. Pembentukan Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) yang berisi para praktisi dan akademisi pendidikan Islam di Jatim pun menjadi salah satu langkah konkret yang dilakukan Provinsi Jatim kala itu.

Pakde Karwo beserta keluarga usai menerima gelar honoris causa dari UINSA.

“LPPD ini sengaja dibentuk untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada dan perumusan pengembangan pendidikan diniyah yang lebih komprehensif,” terang Pakde Karwo.

Sementara itu, sebagai promotor, Guru Besar UINSA Prof Zahro mengaku bangga bisa menganugerahkan gelar tersebut kepada Pakde Karwo. Guru Besar Bidang Ilmu Fiqih (Hukum Islam) tersebut bahkan mengusulkan agar mengukuhkan Pakde Karwo sebagai Guru Besar Kehormatan UINSA.

“UINSA beruntung memiliki promovendus seperti Pakde Karwo. Orang dengan pengalaman lima tahun sebagai sekdaprov dan gubernur 10 tahun. Karya yang dihasilkan pun sangat berbobot,” ujarnya.

Baca Juga  Pekerja Seni Diapresiasi, Budayawan Diberi Penghargaan

Rektor UINSA Prof Masdar Hilmy juga memberika apresiasi kepada segenap pihak yang telah berperan dalam proses pemberian gelar kehormatan bagi Pakde Karwo tersebut. Dia menjelaskan, proses penganugerahan gelar kehormatan kepada Pakde Karwo telah dilakukan sejak masa kepemimpinan rektor sebelumnya, Prof Abd. A’la.

Masdar menjelaskan, sedikitinya terdapat lima hal yang mendasari diberikannya gelar kehormatan bagi Pakde Karwo. Kelima hal itu otentik dari pemikiran serta basis keilmuan Pakde Karwo. Pertama, diperkenalkannya istilah diskresi policy. Sebuah kebijakan yang lahir, menjawab persoalan di masyarakat yang belum diatur dalam tata perundang-undangan. Kedua, inside government. Lembaga yang bukan pemerintah tapi menjalankan fungsi pemerintahan dan dibiayai pemerintah.

Ketiga, Spiritual Capital. Yang berbeda secara subtantif dari keilmuan yang lain merupakan sumbangsih luar biasa dari Pakde Karwo. Keempat, adanya istilah dual track kebijakan, bukan double track. Terakhir, pengelolaan pendidikan vokasi. “Inilah yang menjadi alasan kami menyematkan gelar kehormatan kepada Pakde Karwo. Dan gelar ini memang layak diberikan,” tegasnya.

Baca Juga  Dipercaya sebagai SMK Pusat Keunggulan, SMK M Tri Terapkan Kurikulum Paradigma Baru

Prosesi penganugerahan gelar kehormatan tersebut dihadiri beberapa tokoh. Antara lain Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Dardak, Sekdaprov Jatim, Rektor dan Akademisi UINSA Surabaya, beberapa Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, serta Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang juga putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. (nur, uul)