Peduli Stunting, MUSE Kenalkan Home Fortifikasi MUVIKID

203

SURABAYA – Tantangan dalam permasalahan gizi untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas menjadi bagian dari prioritas Indonesia saat ini. Terutama untuk pencegahan stunting dan penambahan gizi bagi anak usia 6 -59 bulan.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 51 tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi, salah satu usaha pemerintah untuk menekan masalah gizi mikro adalah dengan suplementasi dengan pemberian makanan tambahan (PMT), pemberian vitamin A, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), dan pemberian bubuk tabur gizi.

Dari keempat strategi tersebut, yang masih belum banyak dikenal masyarakat adalah pemberian bubuk tabur gizi sebagai tambahan gizi pada makanan yang mudah diserap (home fortification).

Merespons persoalan tersebut, Mahyra Utama Sejahtera (MUSE) bekerjasama dengan GAIN, dan Asosiasi Fasilitator Emo-Demo (ASFED) yang didukung pendanaan oleh DFAT melaksanakan webinar bertajuk ‘Pentingnya Home Fortifikasi untuk Menekan Angka Stunting,’ Kamis, 22 April 2021.

Baca Juga  Pesan Kunci Emo Demo Adalah Cegah Stunting

Annas Buannasita, narasumber dari Persagi, Poltekes, dan ASFED menjelaskan, penanganan stunting terkait dengan intervensi sensitif dan spesifik. Dalam home fortifikasi ada intervensi sensitive terutama dalam promosi dan konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA) melalui suplementasi Taburia (fortifikasi makanan di rumah). Selain taburia juga ada nama lain yaitu MUVIKID.

“Selain intervensi sensitif, pemberian bubuk tabur gizi terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” paparnya.

MUSE bekerja sama dengan GAIN dan ASFED menyelenggarakan webinar, Kamis (22/4/2021).

Menurutnya, penting mengatasi gap konsumsi balita yang bisa mencegah stunting, salah satunya dengan Multimicronutrient Powder seperti taburia atau MUVIKID yang masih memprioritaskan pangan lokal karena pemberian diberikan bersamaan dengan makanan anak.

Lebih lanjut, Sri Rahayu Sugiatiningsih ketua MUSE menjelaskan, untuk memenuhi bubuk tabur gizi di masyarakat, maka koperasi Mahyra Utama Sejahtera dengan GAIN dengan Indofarma memasarkan MUVIKID sebagai alternatif untuk penambahan multivitamin dan mineral bagi anak usia 6 hingga 59 bulan.

Baca Juga  TP PKK Kabupaten Ponorogo Sosialisasikan Pencegahan Stunting

“Produk ini disesuaikan dengan aturan Kemenkes dan BPOM yang terjangkau oleh masyarakat. Manfaat Muvikid, selain menambah nafsu makan, menjaga anak tidak mudah sakit, mendukung tumbuh kembang dan mencegah anemia anak selain itu juga mencegah stunting. Silahkan cek informasi kami di muvikid.com,” ujarnya.

Webinar ini diikuti 118 peserta dari seluruh Indonesia. Menurut GAIN, webinar ini bertujuan memberikan pemahaman lebih dalam tentang fortifikasi dan home fortification bubuk tabur gizi sebagai tindakan preventif untuk menekan angka stunting tanpa bergantung pada anggaran pemerintah.

“Webinar ini sangat menarik karena mengabungkan upaya promosi melalui metode Emotional Demontrasi (Emo-Demo) yang bukan semata mata hanya pemasaran produk untuk mencari keuntungan, tetapi menekankan pemasaran sosial dengan mengajak konsumen juga melihat betapa pentingnya pemberian gizi sebagai investasi murah dengan menggugah emosi konsumen untuk membeli MUVIKID,” kata Drs Jalil, Field Promotion Coordinator dan ex District Coordinator GAIN Surabaya mewakili MUSE.

Baca Juga  Hadiri Batik Bordir dan Aksesoris Fair, Ketua TP PKK Lumajang Ingin Perajin Tingkatkan Kualitas

Dia menambahkan, pemerintah, LSM, ormas, akademisi, dan swasta memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga anak-anak tetap sehat sebagai calon generasi ke depan.(wwk)