Penurunan Stunting Empat Persen Per Tahun, BKKBN Harapkan Kerja Sama Semua Mitra

186

SURABAYA – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi teknis kemitraan program Bangga Kencana, Selasa (9/3/2021).

Acara yang dilangsungkan di ruang Lestari kantor BKKBN Provinsi Jawa Timur, jalan Airlangga 31-33 Surabaya ini diselenggarakan secara langsung dan virtual.

Hadir dalam acara, Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Drs Sukaryo Teguh Santoso MPd, pengurus IBI Provinsi Jawa Timur, Ketua DWP BKKBN Jatim, dan para pejabat Perwakilan BKKBN Jatim.

Hadir pula secara virtual, Panglima Kodam V/Brawijaya yang diwakili Aster Kasdam V/Brawijaya, Kolonel Infantri Ahmad Basuki SIP, pimpinan OPD Pemprov Jatim, Kepala Bakorwil Provinsi Jatim, pimpinan organisasi masyarakat Mitra BKKBN Jatim, Kepala OPD KB Kabupaten/Kota, Ketua TP PKK kabupaten/kota, Ketua PC IBI kabupaten/kota, serta para Penyuluh KB.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Drs Sukaryo Teguh Santoso MPd saat memberikan keynote speech mengatakan, rakornis kali ini mengusung isu stunting sebagai tema utama. Pasalnya, stunting merupakan tantangan terbesar dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Baca Juga  Strategi Penanggulangan Bencana Jatim Diapresiasi Peserta Rakornas BNPB

Teguh menjelaskan, pada tahun 2019, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,7 persen dan menempati urutan ke-4 dunia. Jumlah ini masih jauh dari standar WHO yang seharusnya di bawah 20 persen.

“Meskipun sudah mengalami penurunan dari tahun 2015 sebesar 29 persen namun penurunannya masih lambat, rata-rata 0,3 persen per tahun, masih di bawah skenario pesimis. Sesuai dengan STRANAS Percepatan Penurunan Stunting bila menggunakan skenario pesimis 1 hingga 1,5 persen, moderat 1,5 hingga 2 persen, dan skenario optimis 2 hingga 2,5 persen,” terang Teguh.

Mantan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat ini menuturkan, beberapa waktu lalu Presiden RI telah menegaskan agar pada tahun 2024, balita stunting di Indonesia tidak lebih dari 14 persen.

“Artinya, selama 3,5 tahun ke depan kita harus mampu menurunkan 13,7 persen atau rata-rata 4 persen per tahun. Untuk mencapai kondisi tersebut dibutuhkan kerja keras, kerjasama, kolaborasi, dan upaya operasional di akar rumput,” jelasnya.

Baca Juga  Lantik Pejabat, Kepala BKKBN Jatim Berpesan untuk Menjaga Etos dan Etika Kerja

Dikatakan Teguh, sebagai upaya pencegahan stunting, program Bangga Kencana memiliki peran besar melalui program-program teknisnya antara lain, GenRe, pengaturan kelahiran atau kehamilan, pembinaan ketahanan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Teguh juga mengungkapkan bahwa BKKBN memiliki lima strategi yang telah disusun dalam penurunan stunting, yakni mencegah kelahiran bayi berpotensi stunting, pengasuhan 1000 HPK, memperkuat basis data intervensi dan monitoring stunting, promosi dan pelembagaan keterlibatan masyarakat, dan kemitraan penanganan stunting. Kelima strategi ini didukung 12 kegiatan prioritas.

“Dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia, BKKBN melalui program Bangga Kencana memfokuskan pada intervensi hulu yang bertujuan untuk mencegah lahirnya bayi stunting baru,” terangnya.

Pejabat asal Pekalongan, Jawa Tengah ini juga memohon dukungan semua pihak untuk menyukseskan program Pendataan Keluarga (PK) yang dilaksanakan pada 1 April hingga 31 Mei 2021.

“Pendataan Keluarga ini akan menyasar sekira 12,8 juta keluarga di Jatim. Program ini sebagai upaya untuk menyiapkan data dan informasi mikro tentang keluarga yang akan digunakan untuk operasional program Bangga Kencana di lapangan. Kami mohon dukungan Bapak dan Ibu untuk menyukseskan PK 2021,” pungkasnya.

Baca Juga  Kepala BKKBN Jatim, 50 Besar Anugerah ASN Kategori PPT Pratama Teladan

Dalam acara ini digelar pula pengukuhan Bunda GenRe di 38 kabupaten/kota oleh Bunda GenRe Provinsi Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak.

Secara simbolis, istri Wakil Gubernur Jatim ini mengukuhkan secara langsung Ketua TP PKK Kab. Bangkalan Zaenab Zuraida sebagai Bunda GenRe Bangkalan.

Bunda GenRe Jatim Arumi Emil Dardak mengukuhkan Ketua TP PKK Kab. Bangkalan sebagai Bunda GenRe Bangkalan. (Foto: Ulviyatun Ni’mah/derapdesa.id)

Terkait pengukuhan ini, Bunda GenRe Jatim Arumi Emil Dardak mengatakan, sebelum ada penobatan Bunda GenRe, BKKBN dan PKK memiliki hubungan yang sangat baik di segala jenjang.

“Kami sebagai Ketua TP PKK mendapat tanggung jawab baru yang semakin merekatkan hubungan antara PKK dan BKKBN karena sasaran kami sama-sama keluarga,” tutur Arumi yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jatim. (uul)