Roadshow Literasi, Dorong Kreativitas Berdaya Saing Kuat di Era Digital

263

Roadshow Promosi Perpustakaan Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 digelar di Trenggalek. Kali ini roadshow digelar di Pondok Al Ridlwan Kelutan yang juga dihadiri Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan Pustakawan Ahli Utama Provinsi Jawa Timur, Drs Sudjono MM.

Pelaksanaan roadshow literasi di Ponpes Al Ridlwan.

Dengan mengambil tema ‘Meningkatkan literasi berbasis entrepreneur One Pesantren One Product melalui Perpustakaan Digital’, Selasa (10/3) lalu diharapkan SDM masyarakat Trenggalek, khususnya para santri bisa terdorong kreativitasnya sehingga memiliki daya saing kuat secara ekonomi di tengah era digital.

Saat itu juga di-launching aplikasi perpustakaan sekolah oleh Bupati Trenggalek dan penyerahan bantuan secara simbolis berupa buku fisik dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur kepada Pondok Pesantren Al Ridlwan. Sekaligus buku dan e-book dari PT Enam Kubuku Indonesia kepada perpustakaan sekolah.

Baca Juga  Pakde Karwo: Spiritualitas Kunci Sukses Pembangunan

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menuturkan literasi saat ini bukanlah sesuatu yang sulit diterapkan, terlebih kini semua informasi bisa diakses melalui internet. Baik untuk memilih mendapatkan referensi seperti apa pun tidak hanya aksara tapi juga visual dan sebagainya kini bisa dengan mudah diperoleh dan diserap.

“Yang paling penting dari semangat literasi ini adalah life long learning. Jadi bagaimana sepanjang hayat kita belajar. Nah ini yang tidak boleh berhenti, toh juga dawuhnya Mbah Kyai ‘kan cari ilmu sampai ke negeri China,” tutur Bupati Trenggalek.

Ia menambahkan, Presiden Indonesia memiliki visi bagaimana kita mempunyai peluang yang lebih ketika bonus demografi itu datang. Bonus demografi yang dimaksud adalah masa ketika usia produktif di suatu negara lebih banyak dari usia yang non-produktif. Digambarkan bonus demografi itu seperti jika anak mudan lebih banyak daripada usia yang tertanggung seperti balita dan lansia.

Baca Juga  Dipercaya sebagai SMK Pusat Keunggulan, SMK M Tri Terapkan Kurikulum Paradigma Baru

“Ketika banyak orang produktif harusnya negara ini juga lebih produktif. Tetapi ketika anak bonus demografi ini ternyata tidak produktif dikhawatirkan menjadi bencana demografi. Salah satu biar produktif apa? Ya harus dengan ide dulu baru idenya diimplementasikan. Ide itu darimana ? Salah satunya dari literasi,” ungkapnya.

Bupati Arifin juga mengatakan di Tahun 2020 ini terdapat Satusfest dimana ada 100 festival yang digelar Pemkab Trenggalek di sepanjang Tahun 2020. Salah satu dari rangkaiannya adalah Trenggalek Fashion Week yang akan digelar Bulan April mendatang.

Para santri, lanjutnya, bisa memanfaatkan literasi digital untuk menggali pengetahuan dan ide kreatif guna meningkatkan kualitas dan kapasitas untuk bisa memproduksi produk ekonomi kreatif seperti fashion.

“Jadi harus ikut digelaran itu yang akan berjalan di Bulan April. Kita pun selaras dengan visinya Bu Gubernur tentang One Pesantren One Product,” ajak Bupati Nur Arifin.

Baca Juga  Kunjungi Ponorogo, Balai Bahasa Jatim Temui Puluhan Pewarta

Suami dari Novita Hardini ini juga menuturkan, saat ini ada yang namanya global creativity index. Sehingga jika semakin kreatif sebuah negara itu ternyata semakin sejahtera pula negara tersebut.

“Kreativitas itu menjadi penting, maka kenapa cita-cita saya itu cita-citanya Meroket yakni memajukan ekonomi rakyat melalui orang-orang yang kreatif. Itu yang menjadi sustainability ekonomi kita berbasis kreativitas,” tuturnya. (*)