Skuad Muda dan Lokal Persebaya Menjanjikan

330

Tak salah coach Persebaya, Aji Santoso, memberi kepercayaan pada skuad muda dan lokal. Hasilnya, mereka mampu unjuk gigi dengan menggebuk Persik Kediri, 3-1, di awal turnamen Piala Gubernur Jatim 2020, Senin (10/2), di Stadion Gelora Bangkalan.

Bergabung di Grup A, skuad muda Persebaya langsung tampil menyerang dan rancak. Bahkan tiga gol yang semuanya dicetak di babak pertama adalah hasil kreasi para pemain muda.

Ketiga gol masing-masing dicetak oleh Mochamad Supriadi (19′), Hambali Tolib (42′), dan Alwi Slamat (45+1′). Sedangkan satu-satunya gol balasan Persik dicetak oleh Ante Bakmaz di menit ke-50.

Dari starting eleven yang diturunkan di babak pertama, hanya kiper Rivky Mokodompit dan striker Patrich Wanggai yang boleh dikatakan senior.

Coach Aji Santoso, menyatakan, sengaja mencoba menurunkan seratus persen pemain lokal dan rata-rata masih muda serta minim jam terbang.

Baca Juga  Final Persebaya Vs Persija di Sidoarjo

Pada babak kedua, Aji baru merotasi pemain dengan memasukkan beberapa pemain asing. “Ya secara keseluruhan lumayan bagus. Saya beri kesempatan kepada pemain lain istirahat,” kata Aji.

Pemain asing yang dimasukkan sebagai pengganti di babak kedua adalah Makan Konate, Mahmoud Eid, dan David da Silva. Mereka baru saja tampil dalam uji coba kontra Sabah FA, pada laga Sabtu (8/2) lalu.

“Saya mencoba memainkan pemain asing maksimal 30 menit bermain saja. Saya mempertimbangkan kondisi kebugaran mereka masih ada pertandingan berikutnya,” ucap Aji.

Sebenarnya pihaknya bisa saja menurunkan kekuatan terbaik. “Saya tak mungkin memasang susunan pemain yang sama karena kami harus merotasi mereka,” tuturnya.

Dalam menerapkan skema permainan yang sama, laga versus Persik kali ini merupakan kebobolan kali kedua. Sebelumnya, Persebaya juga menang 3-1 atas Sabah FA. Gol tim tamu tercetak dari situasi yang nyaris sama.

Baca Juga  Diterima Sekdakota Malang, PWI-Siwo Jatim Tinjau Venue Porwanas XIII

“Kami masih perlu mengasah lagi kemampuan antisipasi bola mati dalam situasi bertahan. Ini jadi catatan dan pasti akan saya benahi,” kata coach Aji. (*)