Sukses Produksi Alat Pengolahan Pupuk Organik Granula (POG) G- ESEMKA, Gubernur Khofifah Apresiasi SMK Jenangan Ponorogo

37

PONOROGO – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menjadi laboratorium inovasi. Dengan begitu, maka SMK BLUD akan mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan kompeten. “Yang link dan match antara SMK dan industri, dunia usaha dan dunia kerja, sehingga daya saing siswa SMK akan semakin tinggi dan mampu menghadapi persaingan global,” ungkap Khofifah saat mengunjungi SMKN 1 Jenangan Ponorogo, Senin (8/11). 

Khofifah mengatakan, siswa harus dimotivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkreasi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Untuk itu, SMK harus mampu menciptkan atmosfer yang kuat bagi para siswanya agar termotivasi menciptakan terobosan dan inovasi yang dapat menjadi solusi atas sejumlah persoalan masyarakat. 

Lompatan selanjutnya, inovasi tersebut dapat dikomersilkan sehingga nantinya tercipta wirausahawan-wirausahawan muda yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang tinggi. “Jadi, lulusan SMK tidak perlu mencari pekerjaan. Sebaliknya, merekalah yang kemudian menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya dan orang lain,” imbuhnya. 

Baca Juga  Cegah Pemudik, Gubernur Sekat Delapan Pintu Masuk ke Jatim

Dalam kunjungannya ke lokasi produksi Pengolahan Pupuk Organik Granula (POG) SMK 1 Jenangan, Ponorogo, Khofifah menyampaikan apresiasinya terhadap mesin G-ESEMKA hasil inovasi yang dilakukan siswa dan guru setempat. Mesin tersebut adalah alat pengolahan pupuk organik dengan menggunakan granulator yang difungsikan untuk mengubah material serbuk menjadi butiran (granule) yang sangat diperlukan dalam Pembuatan Pupuk Organik Granule (POG).

Hadirnya inovasi ini, menjadi solusi dalam membantu persoalan lahan pertanian yang semakin rusak akibat penggunaan pupuk kimia atau pestisida yang berlebih di daerah setempat sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat untuk bergerak di bidang pertanian khususnya dalam hal pupuk organik. “Inovasi ini menjadi bukti nyata peran SMK BLUD Jawa Timur dalam mewujudkan pembelajaran berbasis Teaching Factory (TEFA) dan Project Based Learning,” imbuhnya. 

Inovasi SMKN 1 Jenangan Ponorogo ini, kata Khofifah merupakan salah satu karya dari 20 SMK BLUD di Jawa Timur. Jumlah SMK BLUD di Jawa Timur tersebut tercatat terbanyak diantara provinsi se Indonesia. 

Baca Juga  Pilkades Tugu, Petahana Sukses Raih 52,73 Persen Suara

Bahkan saat ini sedang dilakukan proses evaluasi kelayakan tambahan 62 SMK yang mengajukan untuk menjadi SMK BLUD. “Ditargetkan akhir tahun 2021 akan meningkat menjadi 77 SMK BLUD. Ini membuktikkan bahwa SMK-SMK di Jawa Timur terus meningkatkan kualitasnya dengan terobosan inovasi dan kreasi yang terus dicetuskan,” ungkap Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini, Senin (8/11).

Jumlah terbanyak SMK berstatus BLUD ini juga menarik perhatian Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbud, Wikan Sakarinto. Pada acara Webinar Perempuan Hebat Untuk Vokasi Kuat tanggal 21 Desember 2020 lalu, Wikan bahkan mengapresiasi pengembangan pendidikan vokasi Jatim di era kepemimpinan Gubernur Khofifah.  Wikan bahkan menyebut Provinsi Jawa Timur adalah ‘Provinsi Vokasi’ lantaran Gubernur Jawa Timur sangat fokus dalam pembinaan dan penguatan 20 lembaga SMK BLUD di Jawa Timur.

Baca Juga  Hadiri Pelantikan IPM, Emil Ingatkan Pentingnya Investasi Diri

Sementara itu, dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi dalam pengurusan status SMK BLUD persyaratan yang dilampirkan cukup ketat.  Hal ini meliputi  persyaratan substantif, teknis dan persyaratan administratif. “Substantif artinya bahwa SMK tersebut mempunyai kompetensi keahlian yang berkaitan dengan pelayanan umum. Jadi sekolah harus punya keunggulan tertentu sesuai dengan potensi lokal daerah tersebut,” ujar dia.  

Kemudian, secara teknis merupakan persyaratan kelayakan kinerja pelayanan dan keuangan. Sedangkan administratif adalah menilai kelayakan rencana strategis bisnis, pola tata kelola dan persyaratan legalitas lain yang dipersyaratkan.

Perlu diketahui, inovasi G-ESEMKA telah dibeli Dinas Pertanian kabupaten Ponorogo, selain itu juga digunakan oleh kelompok Tani ‘MAKMUR’ Desa Sumoroto dengan produk Pupuk Organik cap ‘MERAK’ yang sudah dapat menembus pasar luar Kabupaten Ponorogo. Disamping itu, petani tembakau di Kabupaten Ponorogo juga memanfaatkan mesin G-ESEMKA untuk produksi pribadi. (Muh Nurcholis)