Tilik UMKM, Wabup Ponorogo Apresiasi Kuliner Maju Pesat

60

PONOROGO – Sebagai orang nomor dua di Pemkab Ponorogo, Wakil Bupati (Wabup) Lisdyarita atau biasa disapa Bunda Rita masih menyempatkan Sambang Desa, Tilik UMKM.

Kali ini Bunda Rita bersama dengan Ketua TP PKK Ponorogo, Susilowati Sugiri Sancoko bersama pengurus menyapa pelaku usaha UMKM di Desa Pulung dan Singgahan, Kecamatan Pulung, Jumat (16/4/2021).

Kedatangan Bunda Rita dan rombongan disuguhi aneka macam kuliner ndeso dan kerajinan lokal dijajakan oleh para pelaku UMKM. 

“Alhamdulilah di saat Pandemi Covid-19, pelaku UMKM disini masih eksis bertahan dan usahanya tetap menggeliat,” tutur Bunda Rita.

Saat mengunjungi salah satu stand bazar, Bunda Rita dikenalkan dengan makanan unik, namanya Nasi Tedun. Menurut Lusi, penjual Nasi Tedun mengatakan bahwa makanan itu adalah kombinasi dari nasi gurih, ketan, dan jagung, biasanya dibuat oleh para petani pada saat panen padi.

Baca Juga  Wabup Ponorogo Berharap OPD Pengelola DAK TA 2019 Bekerja Sesuai Aturan dan Tepat Waktu

Sayang seribu sayang saat ini sudah jarang petani yang membuat Nasi Tedun, bahkan hampir punah. Bunda Rita berpesan agar makanan khas lokal seperti halnya Nasi Tedun atau makanan lokal lainnya agar tetap ditampilkan dan dikenalkan kembali.

Selanjutnya Bunda Rita berharap masyarakat atau wisatawan tidak hanya mengenal Ponorogo dengan sate dan pecel saja tapi ada makanan-makanan khas lainnya.

“Jadi, ketika mengunjungi Ponorogo, para wisatawan banyak disuguhi menu kuliner,” paparnya.

Wabup Ponorogo, Bunda Rita bersama Ketua TP PKK Kab. Ponorogo Tilik UMKM. (Foto-foto: Nur Kholis/derapdesa.id)

Di kesempatan itu Bunda Rita juga ingin memastikan para pelaku UMKM dan masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk mengurangi dampak sosial pada masa pandemi, perekonomian harus tetap bergerak terutama para pedagang kecil namun juga harus disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan,” paparnya.

Baca Juga  TP PKK Kabupaten Ponorogo Sosialisasikan Pencegahan Stunting

Munculnya pasar dan bazar Ramadan di seluruh desa/kelurahan yang ada di Bumi Reyog, pihaknya mengaku selain memberi semangat para pelaku usaha kecil, sekaligus memberi edukasi pentingnya mematuhi prokes untuk pencegahan penyebaran Covid 19.

“Ini harus dilakukan secara konsisten karena Covid-19 belum berlalu,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo dan Pembina Dekrasnada tersebut menjelaskan hampir di seluruh wilayah di Ponorogo, terutama di ibu kota kecamatan, pada waktu bulan ramadan banyak ibu-ibu yang menjual berbagai macam makanan dan jajanan untuk berbuka puasa.

“Tentunya ini kegiatan produktif yang perlu didukung karena sangat membantu perekonomian keluarga,” katanya. (nur)