TP PKK Surabaya Sukseskan Vaksinasi Covid-19

262

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya melakukan pencanangan vaksinasi Covid-19 di Surabaya di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (15/1/2021).

Vaksinasi Covid-19 perdana di Kota Surabaya ini diberikan kepada 14 orang. Antara lain, Plt. Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana beserta istri, Kapolrestabes Surabaya, Danrem 084 Bhaskara Jaya, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, dan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya.

Penerima vaksin dari TP PKK Kota Surabaya diwakili Ketua TP PKK Kec. Tegalsari, Puput Pujiastutik.

Puput Pujiastutik saat vaksinasi Covid-19. (Foto: Dok. TP PKK Kota Surabaya)

Usai divaksinasi, Puput mengatakan, dirinya merasa terhormat karena termasuk dalam vaksinasi pertama.

“Saya harap nanti jika sudah mendapat giliran, ibu-ibu yang lain juga mau ikut vaksin sebagai upaya mencegah Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga  Goweser Bancar Bagikan Handsanitizer Jajah Desa Milangkori

Puput melanjutkan, saat disuntik rasanya seperti imunisasi biasa. Dia pun bersyukur tidak merasakan efek apapun setelah vaksinasi.

“Mudah-mudahan semua sehat,” harapnya.

TP PKK Kota Surabaya berpartisipasi dalam vaksinasi Covid-19. (Foto: Dok. TP PKK Kota Surabaya)

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya, Dra Siti Nuriya Zam Zam Sigit menyampaikan dukungannya untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19 di Kota Surabaya.

Salah satu bentuk dukungan itu diwujudkan dalam kegiatan sosialisasi tentang pentingnya vaksinasi Covid pada Senin (11/1/2021).

Kegiatan yang digelar melalui Zoom meeting itu diikuti kader, ketua PKK kecamatan, kelurahan, dan pengurus PKK Kota Surabaya. Sedangkan narasumber kegiatan berasal dari Staf Kepresidenan RI dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

“Dalam sosialisasi tersebut kami sampaikan bahwa dengan menyukseskan dan mengikuti imunisasi insya Allah kita bisa memutus dan menekan pertumbuhan penderita Covid-19,” ujar Siti Nuriya yang akrab disapa Bu Sigit.

Baca Juga  Ketua PKK Banyuwangi Ajak Orangtua Bawa Balita ke Posyandu

Menurut dia, sosialiasi tersebut diperlukan karena gencarnya isu di media massa, baik yang pro maupun kontra vaksinasi.

“Kader PKK memiliki tugas untuk ikut meluruskan informasi yang tidak benar tentang vaksin Covid-19 yang selama ini beredar di media sosial,” tegas Bu Sigit. (uul)