Wantimpres Pakde Karwo Tinjau Pemanfaatan Teknologi Digital di Desa Prayungan

177

BOJONEGORO – Usai mengunjungi Kab. Ngawi, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Dr H Soekarwo SH MHum bersama tim peneliti melakukan kunjungan kerja di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (24/3/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Pakde Karwo beserta tim peneliti melakukan pengumpulan data dan informasi, serta melihat pemanfaatan teknologi informasi (TI) untuk pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Bojonegoro Dr Hj Anna Muawanah, Wakil Bupati Bojonegoro Drs Budi Irawanto MPd, jajaran Fokopimda Bojonegoro, kepala OPD terkait, Forkopimca Sumberejo, dan Kepala Desa Prayungan.

Dalam sambutannya Pakde Karwo menyampaikan bahwa di Indonesia pengguna telepon seluler (ponsel) mencapai 338 juta, atau 124 persen dari total penduduk 270 juta.

Di sisi lain, Indonesia memiliki pelaku UMKM sekira 64,2 juta yang menyumbang Produk Domestic Bruto (PDB) sebesar 60,4 persen sehingga menjadi tulang punggung Indonesia.

Baca Juga  Pakde Karwo Resmi Jabat Wantimpres

“Dalam era 4.0, kita dituntut untuk berdamai dengan teknologi digital. Salah satunya dilakukan oleh Desa Prayungan yang mengadopsi sistem digital dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, di antaranya melalui aplikasi sistem informasi desa (SID),” tutur Pakde Karwo.

Mantan Gubernur Jatim dua periode itu pun mengapresiasi Pemerintahan Desa Prayungan karena telah menggunakan teknologi digital dalam menghadapi masa pandemi Covid-19. Desa Prayungan

“Dengan SID, Pemerintah Desa Prayungan mampu mengakomodasi kebutuhan yang berkaitan dengan data kependudukan desa dan perizinan,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Pakde Karwo mengusulkan kepada Bupati Anna Muawanah untuk membuat konsep cyber optic agar tidak tergantung pada Base Transceiver Station (BTS).

“Saya berharap agar transformasi pelayanan digital ini bisa dilakukan secara menyeluruh di Indonesia sebagai budaya baru akibat pandemi Cocid-19,” harapnya.

Sementara, Bupati Anna Muawanah menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro beserta seluruh jajaran aparatur pemerintah, senantiasa berkomitmen untuk mendukung upaya dan program pemerintah dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Baca Juga  Pakde Karwo: Spiritualitas Kunci Sukses Pembangunan

“Tentunya Pemkab Bojonegoro akan berjuang untuk mendukung upaya dan program pemerintah tersebut,” tegasnya.

Dia menjelaskan, masih ada beberapa infrastruktur yang kurang memadai untuk sarana prasarana pendukung terhadap informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Menurutnya, sejak tahun 2020 pihaknya telah meminta ke Menpan RB terkait sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) bisa terlaksana dengan baik, dan infrastruktur sumber daya manusia memiliki keahlian IT.

Akan tetapi, lanjutnya, ada dua kendala pada pemerataan SPBE. Pertama, infrastruktur yang belum semuanya memadai untuk sarana prasarana pendukung SPBE.

Hal ini disebabkan karena 40 persen wilayah Bojonegoro merupakan pegunungan dan saat ini berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur jalan dan akses darat.

Kendala kedua, yaitu sumber daya manusia. Sebagai solusinya, saat penerimaan CPNS termasuk P3K, pihaknya memberikan alokasi khusus terhadap penyiapan SDM yang mempunyai keahlian IT.

Baca Juga  Puji Pakde Karwo, Danpusterad Apresiasi 'Tiga Pilar Plus'

Dia menjelaskan, saat ini Pemkab Bojonegoro telah mengusulkan 1.000 calon pegawai negeri sipil (CPNS), dan 145 orang di antaranya mempunyai keahlian IT.

“Di Bojonegoro terdapat beberapa desa yang mengelola sistem berbasis IT, salah satunya Desa Prayungan yang bahkan sudah mendapat penghargaan di Jawa Timur mengenai pengelolaan sistem data berbasis IT,” ungkapnya.

Menurutnya, Desa Prayungan merupakan salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang memiliki tata kelola pemerintahan yang baik. Ini dibuktikan dengan transparansi pembangunan yang didukung pula dengan peran aktif masyarakat, sehingga menjadikan desa ini menjadi desa yang mampu melakukan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kami ucapkan selamat kepada Pemerintah Desa Prayungan yang menjadi magnet bagi desa-desa lain untuk menerapkan SPBE,” pungkas Bupati Anna Muawanah. (*)